Permainan Tiga Tendangan
Saya adalah seorang pengacara terkenal pergi berburu bebek di texas. Saya langsung menembak seekor bebek yang sedang terbang, tetapi bebek itu jatuh di ladang milik seorang petani yang dipagari agak tinggi.
Ketika sedang memanjat pagar, seorang pria tua datang dengan mengendarai traktornya dan bertanya padaku apa yang sedang kulakukan.
"Saya menembak seekor bebek dan bebek itu jatuh di ladang, dan sekarang saya mau mengambilnya"
Pak tua menjawab : "Ini adalah ladangku, dan kamu tidak boleh kemari."
Dengan sedikit tertawa, saya berkata "Saya adalah salah satu pengacara terbaik di indonesia. kalau kamu tidak mengijinkan saya mengambil bebek saya, maka saya akan menuntut mu dan mengambil semua yang kamu miliki."
Pak tua tersenyum dan berkata, "Sepertinya kamu tidak tau bagaimana kami disini menyelesaikan perselisihan. kami menggunakan 'Permainan tiga tendangan' untuk perselisihan-perselisihan kecil seperti ini"
"Apa itu 'Permainan tiga tendangan' ?"
Pak tua menjawab "Well, Karena masalah timbul di tanah milikku, pertama-tama saya akan menendangmu 3 kali, kemudian kamu menendangku 3 kali, dan seterusnya, SAMPAI salah satu dari kita menyerah..!"
Saya berpikir bahwa pak tua ini tentunya tidak akan tahan ditendang lama-lama, dan mungkin saya bisa memenangkan hal ini dengan mudah, maka saya setuju.
Pak tua menuruni traktornya secara perlahan2 dan menghampiri saya.
Pertama, dia menendang paha saya sampai saya jatuh berlutut dan kesakitan. Saat saya sedang kesakitan, tendangan kedua dia lakukan ke arah perut dan saya memuntahkan sarapan saya. dan tendangan ketiga dia menendang punggung membuat muka dan baju saya kotor dengan bekas muntahan saya.
Saya mencoba berdiri dan mengambil nafas. Setelah saya stabil, dan sedikit membersihkan muka, saya berkata "Oke, sekarang giliran saya."
"Aaah... gak usah, saya menyerah sekarang, u boleh ambil bebeknya." kata pak tua sambil ngeloyor pergi.

